Jepara – centralpers – Masih dalam rangkaian Sumanding KopiFest 2026, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo menggelar dialog interaktif bertajuk “Ngopi Bareng Bupati Jepara” bersama warga Desa Sumanding dan masyarakat sekitar di kawasan Hutan Pinus Buper Sumanding, Jumat (22/5/2026) malam.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme masyarakat. Acara diawali dengan pengenalan lebih dalam mengenai kopi asli Jepara yang dipandu Barista Jepara, Afif Pancasetyawan. Dalam kesempatan tersebut, Afif memperkenalkan Kopi Robusta Sumanding sebagai salah satu kopi unggulan Jepara yang berasal dari lereng Pegunungan Muria.
Menurutnya, Kopi Robusta Sumanding memiliki karakter cita rasa yang khas dengan aroma kompleks, tingkat keasaman yang menyegarkan bernuansa citrus dan fruity, serta tekstur lembut yang ramah di lambung bagi para penikmat kopi.
Dialog interaktif kemudian dipandu Direktur Perusda Jepara, Wieke, bersama Barista Jepara, Afif Pancasetyawan. Dalam suasana santai, Bupati Jepara turut berbagi cerita mengenai kedekatannya dengan budaya ngopi sejak kecil.
“Dari kecil saya sudah akrab dengan kopi karena di desa sering nongkrong bersama teman-teman di angkringan sambil ngopi,” ujar Witiarso.
Sementara itu, Afif menjelaskan bahwa kualitas kopi yang baik tidak hanya ditentukan dari aroma dan rasa, tetapi juga dipengaruhi kualitas bibit serta tingkat kematangan buah kopi saat dipanen.
“Kalau ingin menghasilkan kopi berkualitas, pemetikan buah harus benar-benar matang. Itu sangat mempengaruhi rasa akhir kopi,” jelasnya.
Bupati Jepara juga mendorong para petani dan pelaku usaha kopi untuk terus menjaga kualitas produksi agar kopi Jepara semakin diminati pasar yang lebih luas.
“Peminat dan donatur yang melirik kopi Jepara sudah sangat banyak. Harapan saya, selain dikenal sebagai kota ukir dan furniture, Jepara juga dikenal lewat Kopi Tempur, Kopi Sumanding, Kopi Batealit, dan desa-desa penghasil kopi lainnya,” katanya.
Selain membahas potensi kopi, forum dialog tersebut juga menjadi wadah aspirasi masyarakat. Petinggi Desa Sumanding, Afif, menyampaikan bahwa sekitar 400 kepala keluarga di wilayahnya memiliki kebun kopi.
Ia berharap momentum Sumanding KopiFest mampu meningkatkan nilai jual kopi lokal melalui pengolahan dan pengemasan yang lebih baik sehingga dapat menarik lebih banyak investor maupun pembeli dari luar daerah.
“Kami berharap ada pelatihan SDM mulai dari proses panen hingga pemasaran, termasuk pembentukan asosiasi pengusaha kopi di Kabupaten Jepara,” ungkapnya.
Aspirasi serupa juga disampaikan perwakilan Taruna Tani Mapan (Tampan) Desa Sumanding, Lutfi. Ia menjelaskan kelompoknya saat ini mengelola sekitar 5.000 pohon kopi dan aktif dalam pengolahan hasil panen.
Menurutnya, dukungan alat roasting yang lebih memadai serta kendaraan operasional pemasaran akan sangat membantu pengembangan usaha kopi lokal.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Jepara menyampaikan komitmennya dalam mendukung pengembangan infrastruktur dan kawasan wisata kopi di wilayah Sumanding dan sekitarnya.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyiapkan anggaran sekitar Rp4,5 miliar untuk pembangunan jalan Damarwulan–Tempur. Sementara untuk akses Duplak Sumanding akan diawali dengan pengerasan jalan sebelum dilakukan peningkatan lanjutan.
“Harapan kami, jalur Duplak Sumanding nantinya bisa berkembang menjadi kawasan wisata alam dan wisata kopi yang menarik dan tidak kalah dengan daerah lain,” pungkasnya.
(Chy/Sus)












