Kabupaten Bandung – centralpers – Hujan deras yang terus mengguyur menjadikan wilayah Desa Tegalluar bagai lautan sepanjang jalan Raya Sapan Tegalluar, mulai dari Alpro kawasan industri sapai kudang. Banjir yang awet dan mengepung wilayah tersebut, membuat warga kesulitan beraktifitas dalam kurun waktu hampir sepekan ini, Kamis (16/04/2026).
Warga mulai mengeluh, akibat banjir dalam yang tak kunjung surut, jangankan hujan, tidak hujanpun air makin dalam bukan surut, apa lagi hujan deras turun kembali, “ucap warga yang minta jangan di sebut namanya, sambil menunjuk jalan yang terendam banjir cukup dalam.
Warga lainnya inisial D dan R juga mengucapkan kekesalannya, tegalluar sapan mah kalau tidak banjir hebat, soalnya sering banjir, apalagi saat ini sudah seperti laut saja, jadi susah masyarakat mau ngapa ngapain, kerja aja susah lewat mau ke pasar juga susah, karena pasti mogok, depan rumah bupati juga banjirnya dalam lingkungan sana, “ungkapnya.
Pemilik warung, yah banjir seperti saat ini bikin susah memang, mau kemana-mana juga repot, susah belanja ke pasar induk dan pasar lainnya, ada jalan alternatif tapi muternya cukup jauh, muter-muter, kasian juga anak-anak sekolah pada libur karena banjir, lihat saja SDN Danabhakti itu, dah kaya danau, “paparnya.
Orag tua murid menambahkan, wah anak-anak sekolah kasian banyak liburnya karena banjir semua, Sd, SMP, SMA pada libur. Gimana, soalnya banjirnya dalam susah di lintasi, khawatir juga arus deras kan dekat anak sungai sekolahannya, terpaksa semua di liburkan, gak tau ini sampai kapan, “keluhnya.
Banjir tegalluar menjadi fenomena yang selalu berkelanjutan. Masyarakat tegalluar sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu, namun berharap ada perubahan yang signifikan dalam penanganannya, bukan isapan jempol dan pencitraan belaka, tapi aksi dengan menata kembali tata ruang yang lebih baik, agar pembangunan bisa sinergi dengan lingkungan menciptakan keharmonisan buat semua, bukan bencana.
(Chy/Sam)
