Jepara – centralpers – Warga Masyarakat Guyangan kembali menggelar acara rutin tahunan yang sudah menjadi tradisi masyarakat, yaitu Festival Pekan Budaya Kirab Agung Sego Suro pada hari Senin ( 15/6/ 2026 ) dan ini adalah merupakan bukti bahwa warga Guyangan selalu mengutamakan kebersamaan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Acara yang merupakan perpaduan nuansa budaya dan religi ini di hadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat dan orang nomer satu di Guyangan, Ridwan. Kirab Agung juga didukung dengan kehadiran para kaum muda serta warga Guyangan keseluruhannya yang telah memberikan sumbangsih cukup besar hingga terselenggaranya acara tahunan ini.
Penyelenggaraan Kirab Agung Sego Suro dimaksudkan agar warga Guyangan diberikan kelimpahan rahmat dan rizki serta dihindarkan dari mara bahaya ataupun bencana.
Kirab ini menampilkan berbagai busana kreatif yang dipadukan dengan corak-corak tradisional budaya Jawa sehingga memunculkan keberagaman kearifan lokal yang menjadi ikon masyarakat Guyangan .
Ketua panitia, Ustad Nur Faizin, saat bersama Ketua Guna Laras M. Nursalam, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perpaduan antara budaya Jawa dan nilai-nilai keislaman, sebagai wujud nguri-uri budoyo leluhur.
“Inilah potensi masyarakat yang hidup dari bawah, membentuk karakter melalui seni, religi, dan budaya,” ujarnya kepada media ( 15/7/2026).
Sementara itu, Ridwan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya Kirab Agung ini.
“Kami sangat mengapresi kepada masyarakat dan panitia atas terselenggaranya Kirab Agung Sego Suro yang sekaligus menjadi bukti bahwa warga Guyangan selalu guyup Rukun dalam segala hal, ” ucapnya.
Warga terlihat sangat antusias mengikuti acara kirab tersebut dan sebagai rangkaian acara maka pada malamnya digelar tahlilan, masing-masing warga akan membawa nasi serta hidangan sayur dan lauk yang akan dimakan bersama-sama setelah doa tahlil selesai.
Tahun ini Festival Pekan Budaya Kirab Agung Sego Suro menjadi semangat kolektif masyarakat dalam membangun kesejahteraan melalui pelestarian budaya lokal.
(Chy/Sus)
