Jepara – centralpers – Bulan Muharram 1448 Hijriah merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (Asyhurul Hurum) dalam ajaran Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan ibadah, serta menjauhi segala bentuk perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Muharram memiliki berbagai keutamaan, di antaranya sebagai bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah, adanya hari istimewa Asyura, serta berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam. Oleh karena itu, bulan Muharram menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas keimanan melalui amalan seperti puasa sunah, sedekah, zikir, doa, dan muhasabah diri.
Dalam rangka menyemarakkan bulan Muharram, Abdul Wachid bersama pengurus Yayasan Chamim Abdul Rosyid menggelar kegiatan silaturahmi, doa bersama, dan santunan anak yatim di Gedung Majelis Taklim Chamim Abdul Rosyid, Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Minggu (28/06/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Majelis Taklim Ratu Kalinyamat Chamim Abdul Rosyid, Hj. Nunung Muchayatun, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para orang tua dan anak-anak penerima santunan dari berbagai wilayah di Kabupaten Jepara.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Wachid secara langsung menyerahkan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim. Kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga.
“Semoga kegiatan ini memberikan keberkahan bagi seluruh yang hadir dan menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat,” ujar panitia kegiatan.
Dalam sambutannya, Abdul Wachid menjelaskan bahwa Komisi VIII DPR RI sebagai mitra kerja Kementerian Agama dan Kementerian Sosial terus mendukung berbagai program pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, sejumlah program telah direalisasikan di Kabupaten Jepara, di antaranya usulan insentif atau tali asih bagi guru Madrasah Diniyah (Madin), bantuan perbaikan fisik bangunan madrasah yang mengalami kerusakan melalui bantuan pemerintah pusat, bantuan sanitasi untuk pondok pesantren, serta dukungan terhadap penguatan kelembagaan pesantren (Dirjen Ponpes) pasca lahirnya Undang-Undang Pesantren.
“Selain itu, terdapat bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kementerian Agama bagi siswa madrasah tingkat MI, MTs, dan MA yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi keagamaan seperti UIN maupun IAIN, tersedia program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah,” jelasnya.
Abdul Wachid juga menegaskan komitmennya dalam mendukung program pendidikan yang menjadi perhatian pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita mendukung sepenuhnya program Presiden agar seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak dan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi,” tegas Abah Wachid, sapaan akrab Abdul Wachid.
Melalui kegiatan santunan anak yatim yang diselenggarakan pada bulan Muharram ini, diharapkan semangat berbagi, kepedulian sosial, dan kebersamaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan menebarkan manfaat bagi sesama.
(Chy/Sus)
