Senin, 26 Okt 2026

DPUTR Pati Gelar FGD Bersama Puluhan Wartawan, Tak Alergi Kritik DPUTR Pati Justru Minta Jalan Rusak Dipublikasikan

Pati – centralpers – Ada pemandangan tak biasa di Aula DPUTR Pati, Senin (26/10/2026). Jika biasanya instansi pemerintah alergi dikritik soal infrastruktur, DPUTR Pati justru melakukan sebaliknya.

Riyoso S.Sos., M.M., meminta awak media turut mengawasi pelaksanaan proyek pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, memperhatikan estetika, serta tidak menyisakan persoalan setelah proyek selesai.

Hal itu disampaikan Riyoso saat memberikan sambutan di hadapan awak media dalam forum silaturahmi dan kemitraan dengan insan pers. Di Aula Kantor DPUTR didampingi Sekretaris dan Kabid PSDA beserta Kepala Dinas Kominfo (26/10/2026).

Menurutnya, kualitas pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari kesesuaian spesifikasi teknis. Aspek keindahan dan kerapian hasil pekerjaan juga perlu menjadi perhatian agar infrastruktur yang dibangun memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Di hadapan puluhan wartawan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati secara terbuka meminta agar semua temuan jalan rusak di Kabupaten Pati dipublikasikan dan di viral kan.

“Kami mohon bantuannya. Kalau ada jalan rusak, berlubang, dan mengganggu warga, jangan diam. Tolong diberitakan, tolong di viral kan,” ujar Kepala DPUTR Pati dengan tegas di hadapan puluhan awak media.

Permintaan terbuka ini bukan tanpa alasan. Pihaknya mengakui keterbatasan jangkauan untuk memantau ribuan kilometer jalan kabupaten yang tersebar di 21 kecamatan.

Menurutnya, laporan dari wartawan dan media adalah kunci utama untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.

Ia menyatakan, DPUTR Pati siap menindaklanjuti laporan yang disampaikan media. Apabila ditemukan pekerjaan yang perlu diperbaiki, pihaknya akan melakukan pengecekan langsung bersama bidang teknis terkait, pejabat yang menangani kegiatan, dan penyedia jasa.

“Kalau ada yang berani curang, sampaikan ke kami. Kebenarannya harus kemudian kita kuatkan,” tegasnya.

“Kami ingin pembangunan itu merata, tidak hanya di kota. Dengan pemberitaan rekan-rekan, kami jadi tahu mana yang paling parah dan harus didahulukan. Ini demi warga Pati,” jelasnya.

Langkah berani DPUTR Pati ini pun mendapat apresiasi dari insan pers. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat perbaikan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan warga.

(Chy)