Selasa, 13 Okt 2026

Penyemprotan Air Hanya Solusi Sesaat, Pembangunan Jalan Watu Leter Direncanakan Berlanjut Setelah Jembatan Sukambali Beroperasi

Jepara – centralpers – Kondisi jalan tanah di kawasan proyek Jalan Watu Leter, Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, yang berdebu akibat kemarau panjang menjadi perhatian masyarakat. Namun, kondisi tersebut dinilai perlu dilihat secara menyeluruh karena pembangunan jalan masih berproses dan direncanakan berlanjut setelah ketersediaan anggaran serta tahapan pembangunan berikutnya terpenuhi.

Pasca beroperasi dan diresmikannya Jembatan Sukambali yang membentang di atas Sungai Kali Wiso dengan panjang 24 meter dan lebar 6 meter, mobilitas masyarakat di kawasan tersebut semakin terbantu. Jembatan itu menjadi bagian penting dari akses penghubung menuju Jalan Watu Leter, yang menghubungkan kawasan Jalan Kyai Kathi, Dukuh Ngesong, Nganjir, dan Telahab menuju Pelem Gogor, Jalan Kecapi Lebak, maupun sebaliknya.

Hingga Senin (12/10/2026), aktivitas dan mobilitas masyarakat di jalur tersebut dilaporkan telah berjalan lancar. Jalan yang dibuka pada era kepemimpinan Sukambali sebagai Petinggi Desa Kecapi itu juga dimanfaatkan oleh warga, petani, serta pengguna kendaraan bermotor.

Menurut Mbok Binah, warga RT 21 RW 04, Dukuh Nganjir, Jalan Watu Leter kini dapat dilalui sepeda motor, mobil, hingga armada truk.
“Sejak delapan periode kepemimpinan Petinggi Desa Kecapi sebelumnya, jalan ini belum terealisasi seperti sekarang. Namun, sejak Sukambali menjadi Petinggi, Jalan Watu Leter akhirnya bisa dimanfaatkan masyarakat, termasuk para petani di sekitar sini,” jelas Mbok Binah kepada awak media, Senin (12/10/2026).

Ia juga menanggapi kegiatan penyemprotan air yang dilakukan di jalan berdebu tersebut. Menurutnya, penyiraman memang membantu mengurangi debu, tetapi sifatnya hanya sementara atau sesaat selama kondisi jalan masih berupa tanah dan pembangunan belum selesai.

“Kemarin memang ada penyemprotan air menggunakan truk di jalan yang berdebu. Namun, pembangunan jalannya masih berlanjut dan belum selesai,” ujarnya.

Riwayat Pembangunan Jembatan Sukambali dan Jalan Watu Leter

Dalam rangka melanjutkan pembangunan infrastruktur desa, Pemerintah Desa Kecapi sebelumnya telah mengajukan proposal beserta Rencana Anggaran Biaya (RAB) kepada instansi terkait di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk melalui unit pelaksana teknis yang membidangi pembangunan jalan.

Pemdes Kecapi disebut telah mengusulkan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk melanjutkan pembangunan jalan rabat beton di wilayah RT 21 RW 04, Dukuh Nganjir, Desa Kecapi.

Selain itu, terdapat rencana pembangunan jalan rabat beton di beberapa wilayah lainnya. Di antaranya, jalan di RT 42 RW 08, Dukuh Grobogan, dengan spesifikasi panjang 300 meter, lebar 4 meter, dan ketebalan 15 sentimeter. Pembangunan tersebut disebut direncanakan pada Oktober 2026 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara.

Rencana lainnya meliputi pembangunan jalan rabat beton di RT 08 RW 01, Dukuh Sebuhu, dengan panjang 200 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 15 sentimeter.

Khusus Jalan Watu Leter, Sukambali bersama pemerintah desa menyiapkan upaya pemerataan medan jalan melalui penempatan material tanah urug. Langkah tersebut ditujukan untuk memperbaiki kondisi permukaan jalan yang memiliki kontur terjal dan curam sebelum tahapan pembangunan berikutnya dilaksanakan.

Jalan Watu Leter Memiliki Nilai Sejarah dan Tradisi

Jalan Watu Leter bukan sekadar jalur penghubung antarkawasan. Bagi sebagian masyarakat setempat, kawasan tersebut juga memiliki kisah dan nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Watu Leter dipercaya sebagian warga sebagai batu yang dikeramatkan dan berkaitan dengan tradisi upacara adat atau selamatan. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah Ngalungi, yakni ritual yang dimaknai masyarakat sebagai bentuk doa dan permohonan keselamatan menjelang kegiatan tertentu.

Tradisi tersebut hingga kini masih diuri-uri oleh sebagian warga Desa Kecapi sebagai bagian dari warisan budaya lokal.

Adapun rencana pembangunan Jalan Watu Leter disebut memiliki spesifikasi panjang sekitar 700 meter, lebar 8 meter, dan ketebalan rabat beton 15 sentimeter. Pembangunan juga direncanakan dilengkapi saluran drainase di sisi kanan dan kiri jalan, dengan prioritas pembangunan drainase di sisi timur.

Keberadaan drainase menjadi bagian penting dari perencanaan agar aliran air dapat dikelola dengan lebih baik dan kondisi jalan lebih terjaga ketika musim hujan tiba.

Program Infrastruktur Lain dan Rencana MCK

Selain pembangunan jalan, Pemerintah Desa Kecapi juga memiliki program pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang direncanakan menjangkau sekitar 100 rumah warga di berbagai RT.

Data rumah calon penerima program tersebut disebut telah dicatat dan ditinjau oleh tim perencana pembangunan. Pelaksanaannya tetap memerlukan tahapan perencanaan, penyesuaian kebutuhan, serta dukungan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Berbagai rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah desa untuk meningkatkan aksesibilitas, kualitas lingkungan, dan pelayanan dasar masyarakat.

Penyemprotan Air Bukan Solusi Permanen

Persoalan debu di Jalan Watu Leter tidak terlepas dari kondisi cuaca panas dan kemarau panjang yang menyebabkan permukaan tanah mengering. Ketika kendaraan melintas, tanah kering yang belum diperkeras berpotensi menimbulkan debu dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan maupun warga di sekitarnya.

Penyemprotan air dapat menjadi langkah sementara atau sesaat untuk mengurangi debu. Namun, solusi jangka panjang tetap membutuhkan penyelesaian tahapan pembangunan jalan, termasuk penguatan permukaan melalui rabat beton dan penataan drainase.

Seorang warga di sekitar Jalan Watu Leter menilai bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan antara proyek yang benar-benar mangkrak dan pembangunan yang masih menunggu kelanjutan tahapan serta dukungan anggaran.

“Kalau soal penyemprotan air di area proyek Jalan Watu Leter, itu hanya solusi sesaat. Saat ini masih menunggu kepastian anggaran pembangunan, sementara kemarau panjang dan cuaca panas membuat kondisi tanah semakin kering sehingga debu mudah berterbangan,” ungkapnya.

Meski demikian, kepastian mengenai tahapan, sumber pendanaan, jadwal pelaksanaan, dan target penyelesaian tetap perlu disampaikan secara transparan oleh pihak terkait agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai kelanjutan proyek tersebut.

Sukambali dan Pemdes Kecapi Berkomitmen Melanjutkan Pembangunan

Sukambali bersama Pemerintah Desa Kecapi menyatakan bertanggung jawab untuk mengupayakan kelanjutan pembangunan Jalan Watu Leter melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk instansi yang berwenang di bidang pekerjaan umum.

Masyarakat berharap rencana pembangunan tersebut dapat segera memperoleh kepastian anggaran sehingga jalan yang selama ini telah membantu mobilitas warga dapat ditingkatkan kualitasnya secara permanen.

Menjelang Pemilihan Petinggi (Pilpet) Desa Kecapi, masyarakat juga diharapkan tetap menjaga suasana kondusif dan mengedepankan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Kondisi jalan yang berdebu perlu disikapi secara objektif dengan mempertimbangkan faktor cuaca, status tahapan pembangunan, serta informasi resmi mengenai ketersediaan anggaran.

“Menjelang Pilpet Desa Kecapi, mohon pihak-pihak yang memiliki kewenangan maupun masyarakat tidak menjadikan dampak cuaca panas sebagai bahan untuk menyudutkan pihak tertentu. Yang terpenting, status pembangunan harus dijelaskan secara terbuka, anggarannya diperjelas, dan masyarakat mendapatkan kepastian kapan pembangunan bisa dilanjutkan,” pungkas warga tersebut.

(Chy/Sus)

Exit mobile version