Pati – centralpers – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk menggunakan hotmix dalam perbaikan jalan di wilayahnya.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto mengatakan bahwa hotmix cukup tahan dibandingkan dengan jenis lainnya. Oleh karena itu, Joni meminta untuk perbaikan jalan difokuskan dengan hotmix.
“Untuk jalan nanti difokuskan semuanya harus hotmix. Tidak boleh kalau pakai latasir atau makadam,” ujar Joni.
Di sisi lain, lanjut dia, yang perlu dioptimalkan dalam perbaikan jalan yaitu penggunaan anggaran harus tepat sasaran. Diketahui, anggaran perbaikan jalan di wilayah Kabupaten Pati sebesar Rp 210 miliar. Anggaran itu berasal dari APBD tahun 2026 murni.
Dengan anggaran sebesar itu, Ketua Komisi C menyoroti sistem pengawasan dari DPUTR Pati. Ia tidak menginginkan kejadian tahun 2025 lalu terulang kembali.
“Pengerjaan harus hati-hati, makanya kita kemarin, kita dari Komisi C menyoroti tentang pengawasan. Jadi kita harus mengevaluasi pengawasan-pengawasan yang dilakukan oleh DPUTR,” jelasnya.
Menurutnya pengerjaan jalan di tahun 2025 lalu kurang optimal dikarenakan sistem pengawasan dari DPUTR Pati hanya mengandalkan saat proses perbaikan telah selesai.
“Karena pengawasan dari DPUTR cuman sidak setelah pengerjaan. Paling tidak pada masa perencanaan dan pengerjaan itu pengawasan terus berlangsung,” tegasnya.
(Nyi)












