Pati – centralpers – Pemerintah Kabupaten Pati segera merealisasikan program perbaikan jalan senilai Rp 210 miliar yang telah dianggarkan melalui APBD 2026. Desakan tersebut disampaikan dalam audiensi Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi (Germap) di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Selasa (9/6).
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut berbagai laporan masyarakat yang masuk ke Posko Pelaporan Jalan Rusak yang dibuka Germap. Dalam pertemuan itu, Germap meminta pemerintah segera melaksanakan seluruh pekerjaan infrastruktur yang telah direncanakan serta menjadikan titik-titik jalan rusak yang dilaporkan warga sebagai prioritas pembangunan.
DPUTR sebelumnya telah menetapkan 54 titik prioritas perbaikan jalan yang didukung anggaran sebesar Rp 210 miliar. Dengan anggaran yang sudah tersedia, Germap berharap pelaksanaan pekerjaan dapat dipercepat agar target pembangunan infrastruktur dapat tercapai sesuai jadwal.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) mengakui tidak bisa menuntaskan seluruh perbaikan jalan rusak sebelum Hari Jadi Pati pada 7 Agustus 2026 nanti. Hal ini diungkap Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Pati, Hasto Utomo, dalam audiensi kedua bersama Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi (Germap) di Kantor DPUTR, Selasa, 9 Juni 2026. Hasto menuturkan realisasi anggaran Rp 210 miliar untuk perbaikan jalan rusak tetap berjalan. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan tidak mungkin dikerjakan secara serentak.
“Tahap pertama ada 14 paket pekerjaan yang sudah selesai proses mini kompetisi dan sudah berkontrak. Pertengahan Juni nanti akan masuk tahap kedua sekitar 10 paket pekerjaan lagi. Kemungkinan total pelaksanaan akan dilakukan dalam tiga tahapan,” ujarnya.
la mengungkapkan, dari sejumlah paket yang telah berkontrak, saat ini baru beberapa titik yang mulai dikerjakan di lapangan. Di antaranya ruas Jalan Munadi di kawasan Terminal Kembangjoyo, ruas jalan menuju RSUD Kayen, ruas Boloagung-Trimulyo, serta ruas Kebologo-Mojoluhur.
Menurut Hasto, target penyelesaian seluruh pekerjaan sebelum Hari Jadi Kabupaten Pati pada 7 Agustus 2026 sulit diwujudkan mengingat waktu pelaksanaan yang relatif singkat. Apalagi sebagian besar proyek baru memasuki tahapan kontrak pada akhir Mei.
“Kalau semua selesai sebelum Hari Jadi Pati tentu tidak bisa. Tetapi kami perkirakan sekitar 30 sampai 40 persen pekerjaan sudah selesai pada Agustus. Tahap pertama kemungkinan selesai seluruhnya, sedangkan tahap kedua sekitar 50 persen,” imbuhnya.
(Nyi)
