Adv, Berita  

Gunakan Burung Hantu Untuk Tekan Serangan Hama Tikus di Sawah, Mukit Dorong Petani

Pati – centralpers – Burung hantu merupakan hewan pemangsa (predator) yang sangat efisien, terutama dalam memangsa hewan-hewan kecil seperti tikus, kelinci, serangga, dan kadang-kadang reptil kecil.

Mereka memiliki kemampuan beradaptasi untuk berburu pada malam hari, seperti penglihatan yang tajam dalam cahaya rendah dan pendengaran yang luar biasa.

Secara umum, burung hantu termasuk dalam kerajaan Animalia (hewan), filum Chordata (hewan bertulang belakang), dan kelas Aves (burung). Burung hantu dianggap efektif untuk mengendalikan dan memberantas tikus pada tanaman padi. Apalagi burung hantu merupakan musuh alami tikus.

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit menyoroti upaya petani mengendalikan hama tikus. Menurut Mukit, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan burung hantu di area persawahan.

Selain mengurangi penggunaan pestisida, Mukit menyebut hal tersebut dapat melestarikan burung hantu yang memiliki manfaat bagi petani.

“Hewan ini merupakan predator alami tikus sehingga bisa melindungi tanaman petani,” katanya.

Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan sarana burung hantu sebagai pemangsa hama tikus tidak membutuhkan biaya dan tenaga yang besar. Pasalnya, burung hantu merupakan predator alami tikus sehingga hewan tersebut akan datang ke tempat-tempat yang banyak tikusnya.

Lebih lanjut, dia meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memfasilitasi rumah burung hantu (rubuha).

Dia menegaskan, dengan adanya burung hantu yang digunakan untuk membasmi hama tikus di sawah, maka petani tidak lagi menggunakan jebakan listrik yang membahayakan. Terlebih, sudah pernah ada beberapa petani yang kehilangan nyawanya karena dipasang jebakan listrik di sawah.

Upaya pengendalian hama tikus di area persawahan terus menjadi perhatian di Kabupaten Pati. Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mengusulkan pendekatan yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan burung hantu sebagai predator alami.

Menurut Mukit, penggunaan burung hantu dinilai lebih efektif sekaligus aman bagi ekosistem pertanian dibandingkan penggunaan pestisida maupun metode berbahaya lainnya. Ia menegaskan bahwa burung hantu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam, khususnya dalam menekan populasi tikus yang kerap merusak tanaman padi.

(Nyi)

Exit mobile version