Jepara – centralpers – Suasana di Alun-alun 1 Jepara tidak hanya menjadi tempat upacara. Ia berubah menjadi panggung kebanggaan bersama ketika Bupati Witiarso Utomo memimpin peringatan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara. Di hadapan Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, dan BUMD, Mas Wiwit menegaskan: angka 477 bukan sekadar usia, melainkan catatan kerja keras dan keteguhan warga.
Jepara adalah kota ukir, Bumi Kalinyamat, Bumi Kartini. Identitas itu bukan pajangan. Ia pijakan kita membangun,” ujarnya membuka amanat.
Jepara Mulus_—Makmur, Unggul, Lestari, Religius—capaian yang dipaparkan bukan jargon. Pertumbuhan ekonomi Jepara menanjak ke 5,91 persen, sementara tingkat kemiskinan turun menjadi 5,79 persen. Investasi nyaris menyentuh Rp 2 triliun dan menyerap 36.000 lebih tenaga kerja. Angka-angka itu menjelaskan satu hal: mesin ekonomi daerah bergerak, dan manfaatnya mulai dirasakan warga.
Sektor infrastruktur menjadi penanda paling kasat mata. Sepanjang satu tahun, 421,84 km jalan dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya. Target 2026 tegas: seluruh ruas jalan kabupaten mulus. “Infrastruktur baik adalah jalan pembuka. Sektor lain akan ikut bergerak ketika konektivitas tidak lagi menjadi hambatan,” kata Mas Wiwit.
Pendidikan dan layanan publik mendapat porsi yang sama seriusnya. 10.827 guru menerima Kartu Guru Sejahtera, 2.398 mahasiswa difasilitasi beasiswa Kartu Sarjana Jepara. Di sisi pelayanan, kanal aduan 112 bekerja nyata: 5.800 aduan warga ditindaklanjuti. Digitalisasi tidak berhenti di slogan, melainkan hadir dalam respons cepat.
Kinerja itu berbuah pengakuan: 11 penghargaan nasional dan opini WTP ke-15 berturut-turut. Lebih dari trofi, penghargaan tersebut menjadi cermin bahwa tata kelola berjalan di jalur akuntabel.
Tema “Kerja Tulus Wujudkan Jepara Mulus” bukan tempelan. Ia menjelaskan cara kerja: dengan hati, ikhlas, dan bersama. “Pembangunan bukan tugas satu pihak. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan warga harus satu tarikan napas,” tegas Bupati.
Bukti kolaborasi itu hadir di tempat yang sama. Bupati dan Wakil Bupati meluncurkan aplikasi e-Rusunawa, hasil kerja Pemkab Jepara bersama Bank Jateng. Penghuni Rusunawa kini bisa membayar sewa lebih mudah, transparan, tanpa antre. Inovasi kecil, dampak besar: birokrasi dipangkas, kepercayaan publik ditambah.
Capaian _Jepara Mulus_ patut dibanggakan, bukan untuk berpuas diri, melainkan untuk mengukur jarak tempuh berikutnya. Pertumbuhan 5,91 persen mengajarkan bahwa daerah ukir bisa naik kelas menjadi daerah industri dan jasa tanpa kehilangan akar budaya. Penurunan kemiskinan ke 5,79 persen menunjukkan kebijakan yang tepat sasaran. Jalan yang kian mulus membuktikan anggaran diterjemahkan menjadi manfaat harian: anak berangkat sekolah lebih aman, UMKM kirim barang lebih cepat, wisatawan datang lebih nyaman.
Namun kebanggaan terbesar barangkali ada pada semangatnya: kerja tulus. Ketika kepala daerah, ASN, guru, pelaku usaha, hingga warga biasa memilih bekerja tanpa pamrih berlebih, maka _mulus_ bukan lagi sekadar akronim. Ia menjadi kondisi—jalan yang rata, layanan yang lancar, rezeki yang merata, dan masa depan yang terang.
Hari Jadi ke-477 menutup satu babak dan membuka babak berikutnya. Jepara sudah menunjukkan bisa. Tugas selanjutnya: menjaga. Sebab merawat capaian sering lebih berat daripada meraihnya. Dan dari Alun-alun 1 Jepara pagi itu, pesan yang tersisa jernih: dengan kerja tulus, Jepara tidak hanya bertambah usia. Ia bertambah kualitas.
(Chy/Sus)
