Adv, Berita  

Dewan Pati Dukung Penuh Program Pemerintah Bentuk KDMP dan KKMP di Kabupaten Pati

Pati centralpers – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kabupaten Pati mulai menunjukkan progres signifikan. Hingga saat ini, layanan operasional koperasi telah berjalan meskipun pembangunan gedung masih berlangsung di sejumlah lokasi.

Model terintegrasi Kopdes Merah Putih memiliki berbagai manfaat potensial bagi masyarakat desa, antara lain akses mudah terhadap kebutuhan pokok, layanan kesehatan, layanan keuangan, serta konektivitas pasar.

Sementara itu, Bambang Susilo Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati mendukung penuh program pemerintah membentuk koperasi desa merah putih di setiap desa. Menurutnya itu adalah suatu langkah maju dalam percepatan peningkatan ekonomi di lingkup desa.

“Kabupaten Pati seyogyanya menjadi yang pertama di Jawa Tengah dalam mendirikan Koperasi Desa Merah Putih, sebagai contoh di kabupaten lain,” ujarnya.

Bambang juga mengatakan bahwa Kopdes Merah Putih nantinya bakal menjadi pondasi utama dalam menciptakan desa yang mandiri secara ekonomi.

Melalui kemandirian desa tersebut, kata dia, Kabupaten Pati bisa menjadi lebih maju dengan mengandalkan sumber dayanya sendiri.

“Kami menyambut baik instruksi Presiden tentang Koperasi Desa Merah Putih. Dengan koperasi ini nanti pondasi ekonomi di pedesaan lebih mapan, tidak hanya di ketahanan pangan tetapi secara ekonomi makro,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Pati juga sudah mensosialisasikan teknis pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan serta mengatasi masalah kemiskinan ekstrem di desa.

“Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ini merupakan amanah dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto,” katanya belum lama ini.

Sementara itu, Dewi Kartika Sari Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil & Menengah (Dinkop UMKM) Kabupaten Pati menyampaikan bahwa pembangunan gedung KDMP terus dilakukan secara bertahap.

Berdasarkan data terbaru, pemetaan lahan telah mencapai 277 titik, dengan 273 titik telah terverifikasi, sementara 4 titik lainnya masih dalam tahap pertimbangan. Dari total 406 KDMP, sebanyak 129 lahan saat ini masih dalam proses penyelesaian.

“Jumlah pemetaan lahan 277 titik, dipertimbangkan 4 titik, dan yang sudah terverifikasi 273 titik. Untuk pembangunan gedung, saat ini sudah 33 unit selesai 100 persen berdasarkan catatan Kodim,” jelas Dewi belum lama ini.

Dewi menambahkan, operasional koperasi saat ini telah dimulai melalui berbagai unit usaha. Di antaranya layanan laku pandai, penjualan sembako melalui kios pangan murah, distribusi gas elpiji bersubsidi 3 kilogram, serta usaha lain sesuai potensi lokal desa masing-masing.

(Nyi)

Exit mobile version