Pati – centralpers – Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa pencemaran limbah yang terjadi pada lingkungan sekitar dapat membuat kualitas tanah menurun hingga kualitas tanaman juga ikut menjadi buruk. Dampak negatif yang ditimbulkan ini akan mempengaruhi produktivitas pertanian.
Dalam hal ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Karmijan mengungkapkan bahwa pabrik-pabrik yang tidak melakukan pengolahan limbah di Bumi Mina Tani masih banyak jumlahnya.
Jika tanah sudah terkontaminasi zat-zat berbahaya pencemaran, akan membutuhkan waktu lama untuk dapat subur kembali.
‘Tanah yang terkontaminasi limbah hanya bisa subur kalau sudah ada proses organik, kalau sudah terkontaminasi limbah ini membutuhkan waktu yang lama,” beber Karmijan.
Bila sudah begitu, produktifitas pertanian akan mengalami penurunan dan membuat petani merugi.
“Hasil produksinya pasti menurun akhirnya petani yang dirugikan,” tambah pria yang duduk di Komisi C tersebut.
“Limbah kimia yang mengandung logam berat pasti akan merusak kontur tanah pertanian tersebut, bahkan dalam waktu jangka panjang ,” katanya.
Ia lantas mengingatkan limbah yang terkontaminasi dengan logam akan membuat penurunan kualitas tanah dalam kurun waktu yang sangat lama.
Karmijan, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten menyoroti pentingnya peran bersama dalam mengatasi persoalan sampah dan limbah yang kian meningkat. Ia menegaskan bahwa DPRD siap menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam mencari solusi terbaik.
Karmijan menyampaikan bahwa permasalahan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi, termasuk pemerintah daerah, media, dan masyarakat.
“Semua elemen harus duduk bersama. Tanpa kolaborasi, sulit untuk mewujudkannya,” imbuhnya.
(Nyi)
