Pati – centralpers – Pengembangan destinasi wisata lokal perlu menjadi perhatian serius karena memiliki keterkaitan langsung dengan program outing class yang tengah digagas oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Program tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk mengenal potensi daerahnya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar objek wisata.
Upaya Pemerintah Kabupaten Pati dalam mendorong pelaksanaan kegiatan outing class di wilayah sendiri mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Pati. Salah satunya datang dari Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, yang meminta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) lebih optimal dalam memanfaatkan anggaran pengembangan sektor pariwisata.
Ia menilai sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Pati masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Namun, pengelolaan yang maksimal memerlukan sinergi berbagai pihak agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Misal di Jollong ‘kan punya APBN karena punya PTPN. Memang ini menjadi PR untuk pengembangan wisata, dan ini perlu diskusi antara masyarakat dan ahli,” ujar Kastomo.
Kastomo menjelaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Menurutnya, perlu adanya ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, akademisi, hingga pihak swasta untuk mencari formulasi terbaik dalam mengembangkan kawasan wisata.
Dengan adanya forum tersebut, berbagai persoalan yang selama ini menjadi hambatan pengembangan wisata dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama. Mulai dari persoalan infrastruktur, aksesibilitas, kebersihan lingkungan, hingga aspek keamanan bagi pengunjung.
Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan destinasi wisata akan memberikan dampak berantai bagi daerah. Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, sektor ini juga dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
“Kalau tempat wisatanya berkembang, tentu akan menarik lebih banyak pengunjung. Dampaknya tidak hanya untuk pemerintah daerah, tetapi juga bagi masyarakat yang memiliki usaha di sekitar lokasi wisata,” katanya.
Kastomo berharap Dinporapar dapat menyusun strategi yang lebih terarah dalam penggunaan anggaran pengembangan wisata. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, destinasi wisata lokal diyakini mampu menjadi tujuan edukasi sekaligus rekreasi yang menarik bagi masyarakat.
(Nyi)












