Pati – centralpers – Tradisi sedekah bumi yang selama ini menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Kabupaten Pati dinilai mulai mengalami pergeseran makna. Masuknya berbagai hiburan modern, termasuk fenomena sound horeg yang belakangan marak di sejumlah desa, disebut perlahan mengurangi nilai-nilai budaya yang selama ini melekat dalam perayaan tradisional tersebut.
DPRD Kabupaten Pati berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga nilai luhur yang terkandung dalam tradisi sedekah bumi sehingga tidak kehilangan identitasnya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, mengaku tetap mengapresiasi masyarakat yang konsisten menjaga tradisi sedekah bumi setiap tahun. Menurutnya, keberlangsungan tradisi tersebut menunjukkan masih adanya kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya leluhur.
Namun demikian, ia melihat adanya perubahan dalam pelaksanaan kegiatan sedekah bumi yang kini lebih banyak diwarnai hiburan modern dibandingkan penampilan seni budaya tradisional. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengikis esensi utama dari tradisi yang selama ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil bumi dan keberkahan yang diterima.
“Trend budaya sedekah bumi sekarang ‘kan mulai luntur dengan adanya budaya modern seperti sound horeg. Kolaborasi seni budaya mulai tergerus, pemerintah tidak melarang. Apalagi pemuda-pemudi tanpa keterlibatan pemerintah juga tetap jalan,” ujar Kastomo.
Menurutnya, fenomena tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pelestarian budaya lokal. Jika tidak diimbangi dengan penguatan seni tradisional, generasi muda dikhawatirkan akan semakin jauh dari akar budaya daerahnya sendiri.
Kastomo menilai pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga harus hadir untuk memberikan dukungan, baik dalam bentuk program pembinaan maupun bantuan anggaran yang dapat mendorong berkembangnya kesenian tradisional.
Di sisi lain, tradisi sedekah bumi juga dapat menjadi ruang bagi komunitas seni lokal untuk menampilkan kreativitas dan karya mereka kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, keseimbangan antara budaya tradisional dan hiburan modern perlu terus dijaga.
(Nyi)












