Pati – centralpers – Warsiti, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati terus mendorong perubahan pola tanam di kawasan hutan sosial agar lebih ramah lingkungan dan mampu menjaga kelestarian kawasan hutan.
Keberadaan lahan hijau atau persawahan di Pati semakin tergerus. Selama 13 tahun ini setidaknya berkurang 9.000-an hektare.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bapperida Pati, wilayah hutan, sawah mengalami pengurangan selama 13 tahun ini.
Menurutnya, pola tanam yang terlalu bergantung pada tanaman musiman berisiko mempercepat kerusakan lingkungan apabila tidak dibarengi upaya konservasi.
Karena itu, Warsiti mengajak para petani penggarap hutan sosial mulai menanam tanaman keras seperti pedaka dan jenis tanaman penyerap air lainnya.
“Tanaman keras memiliki manfaat jangka panjang karena mampu menjaga kondisi tanah dan membantu penyerapan air di kawasan hutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan tanaman konservasi sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah kerusakan lahan di kawasan hutan sosial.
Menurut Warsiti, perubahan pola tanam memang tidak bisa dilakukan secara instan karena masih ada sebagian petani yang belum memahami pentingnya menjaga fungsi ekologis hutan.
Meski demikian, ia menyebut sejumlah petani di wilayah Pati mulai menerapkan pola tanam berbasis konservasi setelah mendapatkan pendampingan dan sosialisasi secara langsung.
“Alhamdulillah sudah ada petani yang mulai memahami pentingnya tanaman konservasi. Ini menjadi langkah baik untuk keberlanjutan hutan sosial,” tambahnya.
Komisi B DPRD Pati, lanjut Warsiti, akan terus melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar pengelolaan hutan sosial tetap memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Ia berharap pola tanam yang lebih berkelanjutan mampu menjaga kondisi hutan sekaligus mendukung ketersediaan air dan mencegah kerusakan alam di wilayah Pati Selatan.
Keberadaan lahan hijau atau persawahan di Pati semakin tergerus. Selama 13 tahun ini setidaknya berkurang 9.000-an hektare.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bapperida Pati, wilayah hutan, sawah mengalami pengurangan selama 13 tahun ini.
(Nyi)












