Pati – centralpers – Pihak DPRD Pati dipastikan tidak terlibat dalam pengaturan proyek Pemkab tahun 2026, senilai Rp 210 miliar.
Selain itu, jajaran legislatif mendorong Risma Ardhi Chandra melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, tidak dalam suasana ketakutan. Demikian diungkapkan Ketua DPRD Pati, H Ali Badrudin SE belum lama ini.
“Dewan hanya melakukan pembahasan anggaran. Namun untuk penanganan proyek, semua ditangani pihak ekskutif. Termasuk proses lelang, ada di DPUTR Pati,” ucapnya.
“Jadi, tidak benar kalau ada suara yang menyatakan pihak dewan ikut terlibat mengatur pemenang lelang,” tegas Ali Badrudin.
Menjawab pertanyaan wartawan, Ketua DPRD Pati mendorong Risma Ardhi Chandra dalam mengemban amanah sebagai Plt Bupati Pati, supaya bekerja secara apa adanya, yang terpenting sesuai aturan.
“Banyak anggota masyarakat yang melihat, pak Chandra (Plt) bekerja, seperti dalam suasana ketakutan. Iya, jangan seperti itu,” tutur Ali.
“Berikan rasa nyaman untuk masyarakat,” tambahnya memberi semangat Plt Bupati Pati.
Ali mengatakan jika anggaran perbaikan jalan tahun 2026 sebesar Rp 210 miliar, diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur jalan beton dan aspal hotmix.
Sementara itu, Kepala DPUTR Pati, Riyoso melalui Kepala Bidang Bina Marga, Hasto Utomo, menyatakan anggaran akan difokuskan untuk pekerjaan pembangunan dan perbaikan jalan, serta jembatan.
Hasto Utomo membeber anggaran untuk membiayai 193 titik pekerjaan yang tersebar di Pati.
Terdiri 93 tempat dengan nilai di atas Rp 1 miliar, dan 90 titik lainnya, merupakan pekerjaan dengan nilai anggaran di bawah Rp 200 juta.
Diharapkan, hasil pembangunan dapat mempercepat pemerataan infrastruktur, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Pati.
(Nyi)












