Pati – centralpers – Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Raperda RTRW) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah perlu dilakukan pembahasan lebih lanjut. Langkah itu supaya mengetahui pemanfaatan ruang hijau di Pati segera tertata.
Joni Kurnianto, Ketua Komisi C DPRD Pati menyoroti potensi alih fungsi lahan hijau menjadi kawasan industri.
“Yang penting gini wilayah atau jalur hijau itu kalau diganti dengan lahan orange atau coklat untuk industri itu harus ada gantinya,” jelas dia.
Lahan pengganti itu pun, total luasannya harus sesuai untuk menggantikan lahan hijau yang hilang tersebut.
“Jangan sampai hijaunya berkurang terus pemerintah diam. Kalau hijaunya berkurang harus dicarikan lahan hijau lagi minimal jumlah luasannya sama,” terangnya.
Pihaknya menegaskan agar jangan sampai lahan hijau di Bumi Mina Tani terus berkurang setiap tahunnya.
Lebih lanjut, Joni mengingatkan jika kedepan adanya pengurangan lahan hijau dan tidak adanya pengawasan, ketahanan pangan di Pati terancam mengalami penyusutan.
“Hijaunya berkurang ketahanan pangan otomatis berkurang. Karena lahan pertanian semakin menyusut otomatis hasil produksi pertanian juga menipis,” paparnya.
Diketahui Komisi C juga bakal membahas lebih lanjut tentang Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Raperda RTRW) di Kabupaten Pati.
Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Joni Kurnianto mengatakan hingga saat ini Raperda RTRW belum dilakukan pembahasan. Langkah ini diambil supaya mengetahui pemanfaatan ruang hijau di Pati segera tertata.
Namun, tambah dia, DPRD Pati telah merencanakan pembahasan Raperda RTRW di tahun ini. Pasalnya, perlu ada hal yang harus disampaikan secara langsung guna menemui solusi.
“Harusnya dievaluasi terlebih dahulu. Insyaallah tahun ini. Karena banyak hal yang harus disampaikan di sana,” kata Joni.
“Yang penting gini wilayah atau jalur hijau itu kalau diganti dengan lahan orange atau coklat untuk industri itu harus ada gantinya,” terang dia.
Lebih lanjut Joni mengingatkan, jika kedepan adanya pengurangan lahan hijau dan tidak adanya pengawasan, ketahanan pangan di Pati terancam mengalami penyusutan.
“Jangan sampai hijaunya berkurang terus didiemin. Kalau hijaunya berkurang harus dicarikan hijau lagi minimal jumlahnya sama. Hijaunya berkurang ketahanan pangan otomatis berkurang,” pungkasnya.
(Nyi)












