Pati – centralpers – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati Sudi Rustanto mendorong modernisasi alat mesin pertanian (alsintan) dalam rangka memperkuat ketahanan pangan.
Alsintan adalah Alat dan Mesin Pertanian, peralatan yang digunakan dalam proses pertanian, mulai dari persiapan lahan, budi daya, panen, hingga pasca panen, baik yang digerakkan motor maupun tidak.
“Potensi pertanian sangat tinggi, ada sekitar 270 ribu hektare sawah. Tetapi penggilingan padi masih tradisional. Oleh sebab itu, disampaikan agar ada revitalisasi alat mesin modern,” ucapnya saat ditemui awak media.
Mengingat harga alsintan yang cukup mahal, ia mengusulkan agar pemerintah bisa memberikan kredit ringan bagi petani.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Sudi Rustanto menilai penggilingan padi di Pati masih tertinggal secara teknologi dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.
Dikatakan, sepatutnya Kabupaten Pati memiliki sistem pengolahan hasil panen yang lebih maju. Mengingat, produksi pertanian di Kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani terbilang besar dibandingkan dengan daerah lain yang ada di tanah air.
“Dan yang lebih penting lagi adalah penggilingan padinya di Pati, penggilingan padi kita ini masih tradisional atau masih ketinggalan dibanding Kabupaten-kabupaten yang lain.”. Sepatutnya Kabupaten Pati memiliki sistem pengolahan hasil panen yang lebih maju dan berkembang sehingga mampu menampung hasil produksi padi, ujarnya.
“Berharap dari pemerintah pusat adanya memberikan kredit lunak bagi penggilingan padi kecil untuk mesin tradisional itu berubah menjadi mesin yang modern, karena kan juga membutuhkan biaya yang banyak, saya harap dapat dibiayai oleh pemerintah pusat melalui kredit murah,” tandasnya.
Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berharap program dukungan berupa kredit lunak dapat segera direalisasikan. Supaya sektor pertanian di Pati dapat semakin berkembang. Dengan begitu, Kabupaten Pati bisa bersaing dengan daerah lain dalam hal efisiensi dan kualitas hasil penggilingan.
Agar sektor pertanian di Pati dapat bersaing dengan daerah lain, diharapkan program dukungan berupa kredit lunak dapat segera direalisasikan. Apabila kredit lunak diberikan tentu saja banyak penggilingan yang berkembang baik dan mesin tradisional itu berubah menjadi mesin yang modern.
Namun, hingga saat ini sebagian besar penggilingan padi di Pati masih menggunakan peralatan tradisional. Maka dari itu, Sudi mendorong pemerintah untuk membantu pelaku usaha penggilingan padi kecil melakukan modernisasi. “Agar sektor pertanian di Pati dapat bersaing dengan daerah lain, diharapkan program dukungan berupa kredit lunak dapat segera direalisasikan,” imbuhnya.
“Saya di DPRD sudah menyampaikan ke pemerintah, alangkah baiknya alat penggilingan padi mendapat kredit lunak untuk mendapatkan alat mesin pertanian. Sehingga kualitas dan kuantitas bisa terjaga,” pungkasnya.
(Nyi)












