Pati – centralpers – Longsornya talud yang diduga dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Pucakwangi pada Senin, 30 Maret 2026. Sedangkan talud longsor diketahui pada hari berikutnya. Adapun longsoran cukup lebar dan berpotensi merobohkan konstruksi jembatan.
Talud longsor mengakibatkan jembatan Sungai Widodaren Desa Lumbungmas, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati nyaris ambrol.
Sutik, Kepala Desa Lumbungmas mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, hujan deras disertai petir mengguyur sejak Senin petang. Tak lama berselang, bagian tebing jembatan yang sebelumnya sudah retak akhirnya runtuh.
“Pas magrib hujan deras, lalu jalan dan sayap jembatan ambrol. Sebelumnya memang sudah retak-retak dan sempat ditambal, tapi tidak kuat menahan debit air,” jelasnya.
Lantaran kondisi tersebut, kendaraan besar seperti truk dilarang melintas karena risiko ambles susulan. Jalan pun hanya bisa dilalui kendaraan kecil dan sepeda motor dengan ekstra hati-hati.
Sebagai langkah darurat, warga memasang penanda seadanya berupa batang pohon pisang di sekitar lokasi longsor.
Secara terpisah, Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati, Hasto Utomo, menjawab kerusakaan jembatan akan dikonfirmasikan terlebih dahulu bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) karena kaitannya dengan kebencanaan.
Selain itu karena tidak adanya ploting anggaran untuk perbaikan, pihaknya bersama BPBD berencana mengajukan Biaya Tidak Terduga (BTT).
Berdasarkan pantauan DPUTR Pati di lapangan, longsoran jalan sepanjang 8 meter dengan ketinggian 4,5 meter.
“Kemarin dicek petugas PU di lapangan sepanjang 8 meter ketinggian 4,5 meter,” tandasnya.
“Untuk sayap jembatan yg ambrol di lumbungmas pucakwangi karena bencana kami menunggu koordinasi dengan BPBD dulu karena belum masuk rencana penanganan di anggaran murni 2026. Bisanya mengerjakan pake dana BTT atau nanti kami usulkan di perubahan anggaran 2026,” kata Hasto belum lama ini.
(Nyi)












