Ormas ProGIB Adakan Haul H. Mas’adi dan Hj. Aslifah di Desa Sengonbugel, KH. Akmal Salim Ajak Jamaah Perbanyak Amal Saleh

Jepara – centralpers – Suasana religius, khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai Pengajian Umum dalam rangka Haul Almarhumah H. Mas’adi bin Moh Suhali dan Hj. Aslifah binti Romlah, yang digelar di kediaman RT 01 RW 01 Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara yang dihadiri ratusan jamaah dari berbagai wilayah tampak memadati lokasi acara. Hadir pula tokoh masyarakat dan tokoh agama, Joko Utomo Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ormas PROGIB (Pro Garda Indonesia Bersatu) Kabupaten Jepara dan jajaran pengurus serta anggotanya pada hari Rabu (05/8/2026).

Mewakili keluarga, Joko Utomo menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mendoakan H. Mas’adi bin Moh Suhali dan Hj. Aslifah binti Romlah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan acara masih terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan kepada para tamu.
“Semoga amal baik seluruh jamaah yang telah mendukung dan menghadiri pengajian ini mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan dan pelayanan masih terdapat kekurangan,” ujar Joko Utomo.

Dalam kesempatan yang sama, Joko Utomo didampingi perwakilan keluarga menyerahkan santunan Yatama.

KH. Akmal Salim dari Mantingan saat menyampaikan auidhoh hasanah menegaskan bahwa sebagai sebuah organisasi telah menunjukkan manfaatnya secara langsung. “Semoga kegiatan ini bermanfaat buat semuanya,” katanya.

Karena itu, ia mengingatkan jamaah bersholawat kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlaknya, memperbanyak sholawat, dan Istiqomah dalam kebaikan.
“Allah SWT menciptakan jin dan manusia tidak lain kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Karena itu, umur yang diberikan hendaknya digunakan untuk memperbanyak kebaikan,” tuturnya.
Harta sebagai sarana berbagi dan membantu sesama. Harta yang dimiliki manusia bukan sekadar untuk ditimbun, melainkan untuk dimanfaatkan melalui infak, sedekah, dan berbagai bentuk kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa sifat dermawan merupakan akhlak yang dicintai Allah SWT dan disenangi masyarakat.

KH. Akmal Salim sebagai penceramah utama. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk selalu mengingat kematian sebagai pengingat agar manusia terus memperbaiki diri dan memperbanyak amal saleh.
“Beruntunglah orang yang selalu mengingat Allah SWT dan merugilah orang yang melupakan-Nya,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan bahwa kesibukan mencari nafkah tidak boleh membuat seseorang melalaikan kewajiban beribadah. Menurutnya, keberuntungan sejati bukan terletak pada banyaknya harta yang dimiliki, melainkan pada kedekatan seseorang dengan Allah SWT.

Lebih lanjut, KH. Akmal Salim mengajak jamaah untuk senantiasa mendoakan orang tua yang telah wafat. Menurutnya, doa anak saleh merupakan salah satu amal yang pahalanya terus mengalir kepada kedua orang tua meskipun telah meninggal dunia.
Selain itu, ia mengajak jamaah untuk tidak mudah berputus asa terhadap orang lain. Mereka yang masih jauh dari kebaikan, katanya, tetap perlu didoakan agar memperoleh hidayah dan petunjuk dari Allah SWT.

Dalam ceramah yang diselingi lantunan hadrah shalawat tersebut, KH. Akmal Salim menegaskan bahwa harta dan anak merupakan perhiasan kehidupan dunia. Namun, yang paling bernilai di sisi Allah SWT adalah amal saleh dan anak saleh yang senantiasa mendoakan orang tuanya sehingga pahala kebaikannya terus mengalir.

Menjelang akhir pengajian, ia mengajak jamaah memperbanyak istigfar, membaca shalawat, bertahlil, serta membuka pintu tobat seluas-luasnya. Menurutnya, sebesar apa pun dosa seseorang, Allah SWT akan mengampuni hamba-Nya yang bersungguh-sungguh kembali ke jalan yang benar.

Ia juga mengajak jamaah memanfaatkan momentum ini dengan memperbanyak berbagai amalan sunnah. Dalam ceramahnya, KH. Akmal Salim menukil wasiat dan nasehat Syekh Hasyim Asy’ari untuk bersikap sabar menghadapi dinamika kehidupan, senantiasa sabar dalam ketaatan, sabar melawan maksiat, sabar menghadapi musibah, kesabaran dalam menerima keterbatasan hidup (Zuhud), kesabaran dalam menuntut ilmu dan mendidik serta kesabaran dalam perjuangan sosial dan berorganisasi.

Jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara hingga selesai sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi almarhum H. Mas’adi bin Moh Suhali dan almarhumah Hj. Aslifah binti Romlah.

(Chy/Sus)

Exit mobile version