Pati – centralpers – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk melakukan pengawasan ketat terhadap proyek perbaikan jalan di wilayahnya yang menelan anggaran sebesar Rp 210 miliar.
Hal itu dikatakan oleh Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Suyono. Dia mengatakan, langkah tersebut dilakukan demi mencegah adanya tindak penyelewengan anggaran. Apalagi, jika hal tersebut berdampak pada proses pekerjaan dan kualitas hasil.
“Jadi kita menekan supaya Dinas PU itu nanti untuk mengawasi, untuk proyek itu benar-benar itu proyek besar. Jadi saya khawatir nanti pekerjaan asal-asalan,” kata Suyono belum lama ini.
Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh DPUTR, namun juga dari Komisi C DPRD Kabupaten Pati. Harapannya, anggaran yang digelontorkan untuk proyek perbaikan jalan tersebut bisa dimanfaatkan dengan maksimal.
Anggota DPRD Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti lemahnya pengawasan pengerjaan infrastruktur jalan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). Akibatnya, pengerjaan infrastruktur jalan di tahun 2025 kemarin, mengalami kerusakan kembali.
Anggota DPRD Komisi C Kabupaten Pati Suyono mengatakan bahwa tahun 2026 ini, pihaknya menyarankan kepada DPUTR Pati untuk mengevaluasi kinerja pengawas perbaikan jalan tersebut.
“Makanya kita kemarin dari Komisi C menyoroti tentang pengawasan, jadi kita harus mengevaluasi pengawasan yang dilakukan oleh DPU,” jelas Suyono.
Ia menambahkan, jika pengerjaan jalan berlangsung, pengawas harus selalu hadir di lokasi. Pasalnya, pengawas harus jeli untuk memastikan perbaikan infrastruktur jalan benar-benar bagus.
“Paling tidak pada saat pengerjaan itu pengawasan terus berlangsung,” ujarnya.
Adapun berdasarkan informasi yang diterima, kata Suyono. DPUTR Pati bakal meminta bantuan pengawas dari luar. Pasalnya, pengawas dari DPUTR hingga kini belum mencukupi jika dibandingkan ruas jalan yang bakal diperbaiki.
“Dengan pengawasan luar, otomatis kita menegurnya enak, jelas itu sudah ada. Tidak ada lagi jawaban dari DPU kita kurang orang dalam pengawasan,” ucapnya.
Suyono menyebut ada ratusan kilometer jalan di wilayah Kabupaten Pati yang belum diperbaiki. Ia mencontohkan salah satunya berada di depan terminal Kembang Joyo Pati.
“Banyak sekali infrastruktur yang rusak, contohnya saja di depan terminal. Itu sudah masuk. Terus dekat Rumah Sakit Kayen itu. Alhamdulillah kita kemarin lihat satu-satu sudah masuk semua,” pungkasnya.
(Nyi)
