Kuningan, (GMOCT) – centralpers – Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) menerima laporan dan informasi lengkap dari rekan media anggota kami, KabarSBI.com, terkait kecaman keras yang disampaikan Fahry Ramadhan, Ketua GIBAS Fighting Camp, atas aksi penggerudukan dan intimidasi yang menimpa Kabiro KabarSBI.com Kuningan, Dadan Sudrajat, pada Senin (25/5/2026). Fahry bahkan menantang para pelaku yang gemar melakukan kekerasan agar berani bertindak jantan secara perorangan di atas ring, bukan mengandalkan kekuatan massa.
Dalam pernyataannya, Fahry Ramadhan menilai tindakan sekelompok orang yang mengatasnamakan organisasi masyarakat saat mendatangi kediaman Dadan Sudrajat sudah sangat melampaui batas kewajaran. Berdasarkan rekaman video yang beredar, terdengar jelas ucapan yang bernada ancaman pembunuhan, bahkan terlihat ada oknum yang dengan sengaja menendang pintu rumah. Hal ini, menurut Fahry, bukan lagi bentuk penyampaian keberatan biasa, melainkan tindakan pidana berupa ancaman dan kekerasan yang harus ditindak tegas.
“Kalau memang merasa keberatan atau dirugikan dengan isi pemberitaan, jalur yang benar itu jelas: gunakan hak jawab, minta klarifikasi, atau lapor lewat jalur hukum. Tidak ada alasan sah mendatangi rumah orang secara bergerombol, mengancam nyawa, hingga merusak fasilitas rumah. Wartawan bekerja berdasar fakta dan data, tugas mereka adalah mengawasi kepentingan publik, bukan untuk ditakut-takuti,” tegas Fahry dengan nada tegas.
Pemilik wadah latihan bela diri ini pun menyindir tajam keberanian palsu para pelaku yang hanya berani bertindak saat berjumlah banyak. Ia menantang mereka yang merasa jagoan dan gemar melakukan kekerasan untuk membuktikan keberaniannya di tempat yang seharusnya.
“Jangan jago kalau sudah keroyokan. Itu bukan berani, itu pengecut namanya. Kalau memang hobi kekerasan dan merasa punya tenaga lebih, salurkan ke tempat yang benar. Masuklah ke arena tinju atau ring pertandingan, kita ukur kemampuan satu lawan satu secara adil. Di situ baru terlihat siapa yang benar-benar berani, bukan menekan orang yang sendirian,” sergah Fahry.
Lebih lanjut, Fahry mengingatkan bahwa budaya mengancam dan mendatangi rumah warga berkedok ormas sangat berbahaya bagi ketertiban umum dan kondusivitas Kabupaten Kuningan. Ia pun mendesak Polres Kuningan untuk segera memproses hukum seluruh pihak yang terlibat, agar masyarakat dan insan pers bisa bekerja serta hidup dengan rasa aman, tanpa dihantui ketakutan atas tindakan sewenang-wenang kelompok tertentu.
“Jangan sampai di Kuningan tumbuh pemahaman bahwa mengancam atau mengeroyok orang itu hal lumrah. Tegaslah bertindak, agar kejadian kelam seperti ini tidak terulang lagi kepada siapa pun,” pungkas Fahry Ramadhan.
#noviralnojustice
#gibas
#lmpi
#gmoct
(Tim Liputan GMOCT / KabarSBI)
GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama
Editor : Chy
