Pati – centralpers – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siti Maudluah dan Kepala Desa Prawoto Ahmad Hyro Fachrus meninjau lokasi jalan penghubung batas Desa Prawoto dengan Kabupaten Kudus atau jalan alternatif Pati-Kudus yang mengalami kerusakan parah belum lama ini. Warga penyebut jalan tersebut sudah rusak 10 tahun terakhir.
Salah seorang warga Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Haryanto menyebut kerusakan jalan itu sudah terjadi sejak 10 tahun terakhir ini. Kerusakan jalan sepanjang 2 kilometer itu bahkan seringkali membuat kecelakaan.
”Sudah 10 tahun-an rusak. Banyak kecelakaan. Apalagi kalau siswa sekolah lewat sini kadang terburu-buru bisa banyak kecelakaan. Seminggu sekali pasti ada kecelakaan,” ujar dia.
Kondisi kerusakan itu kian parah saat musim penghujan. Banyak genangan air yang bercampur dengan lumpur hingga membuat jalan semakin licin.
”Kami berharap jalan ini segera dibangun. Kami berterima kasih bu Siti Maudluah yang telah mengusulkan dan mengawal jalan ini” terang Haryanto.
Sementara itu, Siti Maudluah menyebut telah mengusulkan perbaikan jalan itu lebih dari lima tahun lalu. Dia juga bersyukur jika tahun ini perbaikan jalan penghubung Kecamatan Sukolilo ke Kabupaten Kudus itu bisa segera terealisasi. ”Minggu depan rencananya mulai dibangun,” terang dia.
Perbaikan jalan Prawoto-Kudus itu dianggarkan sebesar Rp 5,25 miliar. Anggaran tersebut dapat menuntaskan hingga perbatasan Kabupaten Kudus.
”Nanti pekerjaannya dari talud, cor dan aspal. Juga akan dilakukan pelebaran jalan. Untuk panjang jalannya sekitar dua kilometer,” tambah dia.
Perbaikan jalan itu dinilai cukup penting dilakukan mengingat menjadi akses utama warga Kecamatan Sukolilo untuk menuju Kabupaten Kudus. Baik untuk akses pertanian, ekonomi, kesehatan hingga pendidikan warga.
”Karena kalau menuju ke Kabupaten Pati itu bisa menempuh waktu hingga satu jam. Tapi kalau ke Kudus hanya setengah jam. Maka dari itu akses jalan ini sangat penting,” ucap dia.
Dia berharap pekerjaan itu bisa dirampungkan dengan maksimal. Dengan begitu diharapkan masyarakat bisa menggunakan akses jalan itu dengan nyaman dan aman.
”Kami tentu akan melakukan pengawasan terhadap pekerjaan tersebut. Karena salah satu fungsi dari DPRD yakni melakukan pengawasan,” tandas Maudluah.
(Nyi)
